aku bukan kekasih yang baik, maaf,
karena membiarkan angin menderu tubuhmu,
sebab hanya bisa kuantarkan kau dengan sepeda motor dan bukan mobil.
aku bukan kekasih yang baik, maaf,
karena hanya mengajakmu makan malam di warung pinggir jalan,
dan bukan di restoran itali atau perancis.
aku bukan kekasih yang baik, maaf,
karena tidak bisa menemanimu chatting tiap saat,
sebab hapeku jadul dan bukan blackberry atau i-phone.
aku bukan kekasih yang baik, maaf,
karena hanya mengajakmu berakhir pekan ke pantai,
dan bukan ke luar negeri.
aku bukan kekasih yang baik, maaf,
karena hanya mengajakmu singgah ke rumah kontrakan,
dan bukan apartement atau real estate.
aku bukan kekasih yang baik, maaf,
karena tidak bisa memahami ceritamu,
dan menghapus air mata itu.
aku bukan kekasih yang baik, maaf,
karena membuatmu malu mengenalkanku sebagai kekasih,
sebab derajat kita tidak berimbang.
aku bukan kekasih yang baik, maaf,
karena tidak bisa membawamu dekat dengan tuhan,
sebab iman dan pemahaman agamaku tidak cukup tinggi.
aku bukan kekasih yang baik, maaf,
karena hanya mengajakmu nonton pengamen jalanan,
dan bukan penyanyi top di cafe.
aku bukan kekasih yang baik, maaf,
karena hanya memberi kado sebuah buku untuk ulang tahunmu,
dan bukan mawar atau cincin atau sebuah macbook baru.
aku bukan kekasih yang baik, maaf,
karena membiarkanmu kehujanan,
sebab jas hujanku sobek.
aku bukan kekasih yang baik, maaf,
karena hanya mengucapkan hari jadi lewat pesan singkat dan telpon,
dan tidak disertai hadiah.
aku bukan kekasih yang baik, maaf,
karena tidak memberimu cukup perhatian,
dan tidak selalu ada.
aku bukan kekasih yang baik, maaf,
karena hanya mengecupmu di dahi dan di bibir,
tapi tidak banyak memberi pelukan.
aku bukan kekasih yang baik, maaf,
karena tidak bisa membuatmu untuk selalu merindu dan cemburu.
aku bukan kekasih yang baik, maaf,
karena tidak banyak menanyakan kabarmu hari ini,
memberi ucapan selamat malam dan i love you.
aku bukan kekasih yang baik, maaf,
karena hanya menyuguhkan bir untuk perayaan istimewa,
dan bukan anggur.
aku bukan kekasih yang baik, maaf,
karena tidak bisa memberimu nasihat bijak,
sebab kedewasaanku prematur.
aku bukan kekasih yang baik, maaf,
kerena tidak melarangmu merokok sampai asma-mu kumat.
aku bukan kekasih yang baik, maaf,
karena tidak menemanimu ke salon atau berbelanja,
sebab penampilanmu anggun dan aku berantakan.
aku bukan kekasih yang baik, maaf,
karena membuatmu pulang pagi seorang diri dari pesta.
aku bukan kekasih yang baik, maaf,
karena tidak dapat membantumu keluar dari masa lalu,
sebab aku tidak sesuai harapanmu.
aku bukan kekasih yang baik, maaf,
karena membiarkanmu mabuk seorang diri.
aku bukan kekasih yang baik, maaf,
karena tidak membuatmu tertawa,
tapi justru menangis dan aku tak tahu.
aku bukan kekasih yang baik, maaf,
karena banyak kubatalkan janji,
dan aku lupa minta maaf.
aku bukan kekasih yang baik, maaf,
karena sering kuacuhkan kau,
dan aku tidak peduli.
aku bukan kekasih yang baik, maaf,
karena tidak bisa menjaga perasaan,
dan memperlakukanmu lebih istimewa.
aku bukan kekasih yang baik, maaf,
karena itu aku pantas ditinggalkan,
dan dilupakan...
29 november. senin yang biasa saja...
Jumat, November 26, 2010
Selasa, November 02, 2010
Hatinya tak pernah benar-benar tinggal di sini
Hatinya tak pernah benar-benar tinggal di sini,
cuma sekedar berteduh dari gerimis hujan,
lalu kembali berkelana.
hatinya tak pernah benar-benar tinggal di sini,
hanya menepi dari teriknya mentari,
lalu pergi lagi menjelang senja.
hatinya tak pernah benar-benar tinggal di sini,
hanya mencari ketenangan sesaat dari bisingnya dunia,
lalu kembali berlari.
tempatnya bersemayam ada di balik awan,
menjulang di antara tebing-tebing gunung,
dimana bintang, bulan dan langit serumpun dengannya.
hatinya tak pernah benar-benar tinggal di sini,
tapi ada kenangan yang akan selalu membekas,
pada gubuk reyot tempat dia singgah dulu...
terima-kasih. maaf telah memaksamu singgah di hatiku.
cuma sekedar berteduh dari gerimis hujan,
lalu kembali berkelana.
hatinya tak pernah benar-benar tinggal di sini,
hanya menepi dari teriknya mentari,
lalu pergi lagi menjelang senja.
hatinya tak pernah benar-benar tinggal di sini,
hanya mencari ketenangan sesaat dari bisingnya dunia,
lalu kembali berlari.
tempatnya bersemayam ada di balik awan,
menjulang di antara tebing-tebing gunung,
dimana bintang, bulan dan langit serumpun dengannya.
hatinya tak pernah benar-benar tinggal di sini,
tapi ada kenangan yang akan selalu membekas,
pada gubuk reyot tempat dia singgah dulu...
terima-kasih. maaf telah memaksamu singgah di hatiku.
Senin, Oktober 25, 2010
Rinduku pada gerimis
Dan aku jadi rindu pada gerimis hujan,
yang jatuh satu per satu,
di sudut senja.
aroma tanah basah,
bunga-bunga akasia yang berserakan,
lalu dingin angin setelahnya.
dan aku jadi rindu pada gerimis hujan,
yang jatuh satu per satu,
berima cerita di antara teguk minuman hangat,
tawa yang mendera,
dan langit yang semakin gelap.
aku rindu pada gerimis itu,
yang jatuh satu per satu,
jauh ke dasar hati...
untuk jambul
yang jatuh satu per satu,
di sudut senja.
aroma tanah basah,
bunga-bunga akasia yang berserakan,
lalu dingin angin setelahnya.
dan aku jadi rindu pada gerimis hujan,
yang jatuh satu per satu,
berima cerita di antara teguk minuman hangat,
tawa yang mendera,
dan langit yang semakin gelap.
aku rindu pada gerimis itu,
yang jatuh satu per satu,
jauh ke dasar hati...
untuk jambul
Selasa, Oktober 19, 2010
Dua nama depan
Dua nama depan itu membatasi ruang gerak hatimu terhadapku.
tak ada sesal, karena tak ada yang minta.
jadi biarkan saja mengalir karena darah asalmu memang demikian.
Dua nama depan itu membuat jarak antara rasa satu dan yang lainnya semakin jauh.
tak pernah bisa menyeluruh, karena tak ada yang berani penuh.
jadi biarkan saja melekat karena garismu sudah dipilih demikian.
Dua nama depan itu sesungguhnya sudah bicara dari awal,
bahwa tak ada yang bisa sembarangan meminang dan jatuh hati,
hanya saja dari pertama logika dan naluriku tak pernah bisa kompromi.
*gusti ayu
tak ada sesal, karena tak ada yang minta.
jadi biarkan saja mengalir karena darah asalmu memang demikian.
Dua nama depan itu membuat jarak antara rasa satu dan yang lainnya semakin jauh.
tak pernah bisa menyeluruh, karena tak ada yang berani penuh.
jadi biarkan saja melekat karena garismu sudah dipilih demikian.
Dua nama depan itu sesungguhnya sudah bicara dari awal,
bahwa tak ada yang bisa sembarangan meminang dan jatuh hati,
hanya saja dari pertama logika dan naluriku tak pernah bisa kompromi.
*gusti ayu
Rabu, Oktober 06, 2010
Pagi
Pagi yang dingin hati yang beku,
hujan panjang,
angin menderu.
saya menangis semalam dalam bayanganmu.
sesak.
hujan panjang,
angin menderu.
saya menangis semalam dalam bayanganmu.
sesak.
Hari biru
Biar hari ini jadi biru,
buang kelabu,
dan biarkan bunga tersenyum.
biar hari ini jadi biru,
lalu rindu,
dan rumput akan bernyanyi untukmu.
biar hari ini jadi biru,
sebiru-birunya biru,
yang menarikku hingga ke lanskap mata birumu...
buang kelabu,
dan biarkan bunga tersenyum.
biar hari ini jadi biru,
lalu rindu,
dan rumput akan bernyanyi untukmu.
biar hari ini jadi biru,
sebiru-birunya biru,
yang menarikku hingga ke lanskap mata birumu...
Semoga keliru
Semoga bayanganku tentang kalian yang bercumbu adalah keliru,
seperti fatamorgana telaga di tengah padang pasir.
semoga bayanganku tentang kalian yang berbicara hati juga salah,
seperti siulan angin yang melewati celah-celah gua.
semoga bayanganku tentang kalian,
tidak tercemar pikiran-pikiran dusta.
semoga kalian tidak demikian di belakangku.
untuk beby, kalau saudara harusnya tak ciuman.
seperti fatamorgana telaga di tengah padang pasir.
semoga bayanganku tentang kalian yang berbicara hati juga salah,
seperti siulan angin yang melewati celah-celah gua.
semoga bayanganku tentang kalian,
tidak tercemar pikiran-pikiran dusta.
semoga kalian tidak demikian di belakangku.
untuk beby, kalau saudara harusnya tak ciuman.
Langganan:
Postingan (Atom)
